Pengangkat Kasta Mobil Jepang

Melalui Toyota 2000GT Jepang mendeklarasikan kemampuan mereka membuat mobil yang diakui dunia.

toyota2000gt-convertible

Tahun 1960-an pabrikan mobil Eropa dan Amerika sedang gandrung memproduksi sedan sport untuk kaum muda. Hasrat kaum muda untuk merasakan sensasi balap di kendaraan pribadi mereka hanya didapat dari mobil-mobil keluaran produsen Amerika dan Eropa. Dengan desain mobil sedan tertutup berpintu dua mobil-mobil Eropa dan Amerika saat itu tampak lebih bergaya, berkesan lebih jantan, dan lebih elegan. Mobil-mobil Jepang pada saat itu masih berkutat pada penetrasi pasar mobil keluarga saja. Kenyataan itu membuat produsen-produsen mobil Jepang tidak mendapatkan citra sebagai produsen mobil kelas dunia. Meskipun Toyota pada waktu itu sudah memasuki pasar dunia dengan Crown dan Corolla.

Pada tahun 1960-an mobil Jepang masih dipandang sebelah mata, terutama di Amerika. Meskipun Nissan sudah menjual Datsun sejak 1958 namun mobil-mobil Jepang saat itu masih jarang terlihat di jalanan Amerika. Di Eropa apalagi. Mobil Jepang sangat jarang terlihat di jalanan Eropa. Harus diakui, Eropa sudah sangat kental dengan tradisi industri otomotif sejak mesin uap diciptakan disana. Hampir setiap negara di Eropa mempunyai industri otomotif yang menghasilkan produk-produk yang sangat bagus hingga sekarang. Dan pada dekade 1960-an produsen-produsen mobil di Eropa dan Amerika sedang giat-giatnya membuat mobil super yang menawarkan kemewahan, kenyamanan, keamanan, dan kecepatan bagi pengendara dan penumpangnya. Toyota di Amerika pada saat itu hanya menjadi pilihan terakhir setelah VW Kodok dengan kesan mobil tanggung dan berbahaya untuk dikendarai.

Para produsen mobil Jepang tentu tidak tinggal diam. Pada tahun-tahun tersebut, Nissan bersama Yamaha mengembangkan satu model mobil sedan sport yang mengikuti gaya dan desain saat itu. Yamaha yang kita kenal melalui Valentino Rossi dan RX King-nya pada saat itu sudah merancang bangun mobil sporty. Sayang, Yamaha tidak mempunyai modal untuk mengembangkannya. Nissan yang terkenal dengan produk-produk mobil sporty menerima tawaran Yamaha untuk bersama-sama mengembangkan mobil tersebut. Apa daya bagi Yamaha, di tengah jalan Nissan menghentikan program tersebut. Mereka lebih tertarik mengembangkan produk mereka sendiri Nissan Fairlady Z (Datsun 240Z). Setelah bercerai dengan Nissan, Yamaha mewarkan rancangan mereka ke Toyota. Toyota yang sedang mencari cara menaikkan citra produk mobil mereka langsung menerima penawaran Yamaha.

Mobil dengan desain berbentuk botol rancangan Albrecht Goertz dan disempurnakan oleh Satoru Nozaki tersebut kemudian diberi nama Toyota 2000GT. Tampil dihadapan publik sebagai produk purwarupa pada Tokyo Motor Show 1965 Toyota 2000GT sudah menyedot perhatian para pecinta mobil. Melalui Toyota 2000GT Jepang mendeklarasikan kemampuan mereka membuat mobil yang diakui dunia. Memanfaatkan mesin 2.0 liter 6 silinder segaris yang identik dengan dapur pacu milik Toyota Crown dapat menghasilkan tenaga sebesar 150 tenaga kuda dan mencapai kecepatan 217 km/jam. Perubahan dapur pacu mesin yang dilakukan oleh Yamaha adalah kunci dari pencapaian performa mesin Toyota 2000GT. Mobil yang dinobatkan sebagai supercar pertama dari Asia ini hanya diproduksi sebanyak 351 unit.

Di Amerika tahun 1967-1971 mobil ini terjual dengan harga 6.800 US dolar. Setara dengan harga Porsche dan Jaguar. Dari 351 mobil yang diproduksi di Amerika terjual 60 unit. Meskipun mobil ini mirip dengan Jaguar tipe-E tapi dengan reputasi sebagai pengangkat kasta mobil Jepang membuat mobil ini laku 1.200.000 US dolar di balai lelang RM Sotheby’s. Harga itu adalah pencapaian termahal mobil Jepang sepanjang sejarah lelangnya. Gegap gempita pencapaian Jepang dalam kancah produsen mobil dunia melalui Toyota 2000GT semakin mendapatkan legitimasinya setelah film James Bond, You Only Live Twice memakai mobil ini untuk filmnya. Dan itu adalah mobil dari Asia pertama dan satu-satunya dalam film James Bond.

Bagi Yamaha, pengembangan mobil Toyota 2000GT adalah langkah awal mereka memasuki bisnis mesin mobil-mobil sport. Kerjasama dengan Toyota berlanjut hingga kini dalam pengembangan mobil-mobil sport keluaran Toyota. Salah satu contohnya adalah mesin 1LR-GUE pada mobil sedan Lexus ISF keluaran 2010-2012. Mesin 2ZZ-GE juga terdapat pada mobil Toyota Celica GT-S keluaran 1999-2006. Selain Toyota, Ford, dan Volvo adalah produsen mobil dari Amerika dan Eropa yang menggunakan jasa Yamaha untuk membangun mesin-mesin di mobil sedan sportnya. Selain mobil-mobil sedan sporty Yamaha juga mengembangkan mesin untuk tim-tim balap Formula One. Terakhir mesin Yamaha 0X11 A/C dan OX11 A/D dipakai oleh tim Arrow yang mengusung pembalap Damon Hill dan Pedro Diniz.

Toyota yang sejak 1971 sudah berekspansi ke Indonesia sampai sekarang kita kenal sebagai produsen mobil yang handal, murah, dan nyaman untuk kendaraan keluarga Indonesia. Dengan menggandeng Astra International, Toyota di Indonesia meluncurkan merk yang sangat legendaris, Kijang. Mobil ini tak tergantikan sebagai mobil rakyat di Indonesia. Dengan posisi Toyota sebagai brand mobil keluarga sangat jarang kita mendengar mobil sport keluaran Toyota. Bahkan orang-orang kaya di Indonesia pun akan lebih memilih Nissan GT-R, Mercedes SLK ataupun BMW Z5 jika mereka membeli mobil sport. Sangat sedikit diantara mereka yang menjatuhkan pilihan pada Toyota Celica ataupun Lexus LFA.

Hal ini dapat menjadi gambaran, bagaimana Toyota mampu membuat mobil yang handal, murah, dan nyaman namun tidak dapat memasuki pasar mobil kelas atas yang menginginkan produk-produk mewah dengan spesifikasi khusus. Bagaimanapun supremasi sebagai produsen mobil kelas dunia melalui produk-produk mewah harus diraih Toyota. Sebab jika pasar kelas atas tidak bisa dikuasai, pasar mobil keluarga Toyota suatu saat akan mudah disingkirkan oleh persaingan mobil keluarga yang secara teknologi sangat mudah ditiru oleh siapapun. Dan mulai tahun 2013 produksi mobil China sudah melampaui produksi mobil-mobil Jepang.

Sumber foto: Top Gear
mm

Zulvan Kurniawan

Ketua Pekerja

Penikmat tembakau, teh, dan camilan yang renyah. Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK)