Foto Perang ala Robert Capa

 “If your photo aren’t good enough you’re not close enough”

Film Saving Private Ryan dibuka dengan adegan perang tak seimbang yang berujung pada pembantaian oleh tentara Jerman pada AS saat tentara mendarat di Pantai Omaha, Normandia. Tentara Jerman yang diuntungkan secara posisi, berada di perbukitan, menembaki pasukan lawan yang baru turun dari kapal-kapal perang dan berada di area pantai yang terbuka. Steven Spielberg sukses menggambarkan dengan detail peristiwa 6 Juni 1944 itu. Ia memakai referensi dari 106 foto karya Robert Capa, seorang pewarta foto yang ikut mendarat di Pantai Omaha bersama pasukan Kompi E Resimen ke-16, Divisi Pertama Infanteri Angkatan Darat AS. Capa yang saat itu bekerja pada majalah Life memutuskan menyaksikan langsung serangan amfibi terbesar dalam sejarah. Keputusan Capa terbukti benar, dia adalah satu-satunya jurnalis yang mengabadikan peristiwa yang dijuluki D-Day. Peristiwa yang kemudian menjadi tanda awal serbuan Sekutu terhadap kantong-kantong pasukan Jerman di Perang Dunia II itu.

Lahir dari keluarga Yahudi pasangan Júlia Berkovits and Dezső Friedmann dengan nama Endre Ern Friedmann pada tanggal 22 Oktober 1913 di Budapest, Hungaria. Masa muda Friedman bertepatan dengan Nicholas Horthy berkuasa sebagai seorang dictator Hungaria. Capa pun bergabung dengan gerakan pembaharuan yang dipimpin seorang seniman bernama Lajos Kassak. Tahun 1931 pada usia 18 tahun Capa dipenjara karena aktivitas politiknya. Dia dibebaskan dengan jaminan orangtuanya namun tetap harus menjalani hukuman, dibuang dari Hungaria.

Robert Capa pergi ke Berlin, bersekolah di Deutsche Hochschule für Politik dan mengambil jurusan jurnalistik demi mengejar cita-citanya sebagai seorang jurnalis. Krisis ekonomi global tahun 1930-an berdampak pada sumber penghidupan orangtuanya. Pada akhir tahun 1931 mereka sudah tidak bisa lagi mengirim biaya hidup untuk Capa di Berlin. Karena itulah ia harus mampu menghidupi diri sendiri di negeri orang. Atas bantuan Eva Besnyo dia mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pesuruh di Dephot (Deutchser Photodienst) sebuah kantor agensi berita foto terkemuka di Jerman.

Sebagai agensi berita foto terkemuka, fotografer Dephot dibekali dengan kamera Leica II. Kamera berukuran kecil yang mampu memotret dengan kecepatan tinggi bahkan dengan cahaya minimal untuk memudahkan fotografer mengambil momen-momen yang berlangsung cepat di semua kondisi. Capa sebagai seorang pesuruh di kantor tersebut segera bisa menguasai teknik penggunaan kamera dan sudah mulai dipercaya untuk memotret momen-momen yang kurang penting. Tugas penting yang diberikan kepadanya pertama kali ketika dikirim ke Coppenhagen untuk memotret Leon Trotsky berpidato. Karena tidak ada lagi yang bisa dikirim untuk meliput, sang majikan Simmon Guttmann menyuruh Capa “sang pesuruh” meliput acara tersebut.

Leon Trotsky salah seorang revolusioner Soviet yang dianggap berkhianat kepada Stalin adalah tokoh yang tidak pernah mau difoto. Pada acara di Coppenhagen tersebut seluruh fotografer yang datang tidak diijinkan masuk ke lokasi acara membawa kamera. Capa menemukan jalan bagi kegemilangan karir sebagai juru foto saat berhasil mengambil foto Trotsky berpidato di Coppenhagen dengan kamera Leica II itu dan lolos dari pemerikasaan saat memasuki area pidato. Capa yang saat itu berdiri tidak jauh dari podium Trotsky mulai memotret tanpa diketahui oleh siapapun. Didukung kamera mumpuni berukuran kecil dan sudut pengambilan gambar yang pas membuat Trotsky tergambar sebagai orator ulung dan kharismatik.

Leon Trotsky saat berpidato di Kopenhagen, November 1932. Salah satu foto yang dianggap melejitkan nama Capa sebagai pewarta foto.
Leon Trotsky saat berpidato di Kopenhagen, November 1932. Salah satu foto yang dianggap melejitkan nama Capa sebagai pewarta foto.

Tahun 1933 Dephot harus menutup aktivitasnya karena represi pemerintahan Hitler. Tak luput Robert Capa juga harus kehilangan pekerjaan. Namun ia tidak lagi menjadi seorang pesuruh melainkan telah menjadi seorang pewarta foto setelah foto Trotsky-nya dimuat oleh Majalah Der Welt Spiegel satu halaman penuh. Status sebagai pengangguran sekaligus pembenci Hitler dan Nazi membuat capa memutuskan meninggalkan Jerman dan menuju ke Wina, Austria. Dari Wina dia lanjutkan ke Budapest kampung halamannya. Capa mengisi hari-harinya dengan memotret sekeliling kota untuk dijadikan kartu pos. Pada akhir tahun 1933 Capa memutuskan pergi ke Paris dan memulai lagi karirnya sebagai pewarta foto. Namun apa daya, okupasi Nazi Jerman terus meluas hingga ke Prancis, dan membuat Capa yang keturunan Yahudi sulit mendapatkan pekerjaan. Di sinilah ia mengganti namanya yang berbau Yahudi, Endre Ern Friedmann menjadi Robert Capa. Nama barunya terdengar lebih Amerika karena diasosiakan oleh orang-orang pada bintang Hollywood masa itu terkenal yaitu Frank Capra.

Paris menjadi tempat bagi Capa memulai segala sesuatu hingga dikenang sebagai salah satu pewarta foto legendaris abad ke-20. Ia mulai dikenal sebagai pewarta foto nekat dan berani untuk pergi ke garis depan meliput Perang Sipil yang terjadi di Spanyol, Perang Dunia II, dan terus berlanjut hingga menemui ajalnya pada Perang Indochina (kolonialisasi Prancis di Vietnam) pada tahun 1954. Selain cerita kenekatan dan keberanian Capa meliput di medan perang, pewarta foto flamboyan itu tak lepas dari berbagai kontroversi termasuk kehidupan percintaannya. Aktris Hollywood Ingrid Bergman salah satu yang pernah dikabarkan mempunyai hubungan dengan Robert Capa.

 “If your photo aren’t good enough you’re not close enough” adalah salah satu kalimat terkenal yang diucapkan Robert Capa. Sikap dan cara kerjanya itu lah yang membuat Capa menemui ajal ketika berada terlalu dekat dengan ranjau saat meliputs Perang Indochina.

Robert Capa (22 Oktober 1913 Budapest, Hungaria – 25 Mei 1954, Tahi Bin, Vietnam)

mm

Zulvan Kurniawan

Ketua Pekerja

Penikmat tembakau, teh, dan camilan yang renyah. Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK)