Bermusik Tak Kenal Mati

Terlepas dari beragam kontroversi hidupnya, karya-karya David Bowie telah berkontribusi besar terhadap perkembangan sejarah musik dunia. Beberapa sumber kerap menyebutnya sebagai penulis lirik lagu bernuansa sains fiksi dan fantasi. Namun demikian satu quote Bowie nisbi mewakili suara perokok sedunia: I can ask for cigarettes in every language.

 

David Bowie. Nama populer ini baru dikenal meluas setelah ia mengganti namanya dari Jim Bowie. Saat pertama tampil di tv pada tahun 1964, pria yang bernama asli David Robert Jones ini awalnya dikenal dengan nama panggung Davy Jones. Setelah sukses bersolo karir, solois asal Inggris juga merambah dunia film, menjadi penata musik dan produser rekaman. Penggalan lirik di atas diambil dari lagu “Fame”, ditulis Bowie bersama John Lennon, dan meraih hits pertama di Amerika pada tahun 1975.

Sejak kecil Bowie sudah menampakkan bakat musiknya. Usia 13 tahun dia mulai belajar saksofon. Adalah Tery, saudara tuanya, yang mengenalkan Bowie pada dunia musik rock. Tery yang punya penyakit mental dan memiliki kebiasaan buruk itu bunuh diri pada tahun 1985, sebuah kisah tragis yang kelak tertuang dalam lagu Bowie, “Jump The Say”. Karir bermusik Bowie sendiri mulai bersinar tahun 1972, saat dia mengungkapkan alter egonya, Ziggy Stardust, sosok teatrikal yang ditampilkan berkarakter androgini. Bowie tampil terakhir kali dengan alter egonya pada pertunjukkan di London, 3 Juli 1973.

Kesuksesan dan popularitas David Bowie tak lepas dari peran istrinya. Tahun 1992 Bowie menikahi seorang model muslimah berdarah Somalia-Amerika, Iman Mohamed Abdulmajid. Ini pernikahan yang kedua setelah perceraian Bowie dengan Mary Angela Barnett.

Menariknya, meski istri Bowie adalah seorang muslimah, namun menganut paham yang berbeda dari ayahnya. Saat itu dirinya menyandang status muslimah dan menolak dikatakan pindah agama, namum seremoni pernikahannya dengan Bowie dilakukan di Gereja. Dari situsweb fans Bowie (davidbowienews), Iman, yang dikenal sebagai model juga pengusaha parfum mengungkapkan, “meski saya menikah di gereja, itu bukan berarti lalu saya pindah agama menjadi kristen”.

Satu hal yang menarik dari kehidupan rumah tangga mereka, David Bowie kerap menyembunyikan foto-foto seksi istrinya ketika ayah Iman, mertuanya itu, bertandang ke rumahnya. Mertua Bowie seorang muslim taat. Meski demikan Bowie sangat menghargai keyakinan agama yang dianut mertuanya. Sementara Bowie sendiri dalam tulisannya, “What I’ve Earned”, terdapat pernyataan personalnya akan konsep keagamannya: “Aku kagum pada alam semesta, tapi saya tidak selalu percaya ada sosok atau agen yang berada di balik itu. Tapi saya memiliki gairah untuk memvisualkan ritual keagamaan”.

Ada sisi lain yang menarik dari kehidupan Bowie. Pernah pada suatu hari persisnya di bulan Oktober 1973, istri pertama Bowie ketika itu, Angie, pulang ke rumahnya yang berada di Oakley Street di London, setelah beberapa hari berada di luar kota. Angie langsung ke dapur dan membuat teh. Saat Angie tengah minum teh, pelayan keluarga Bowie menghampirinya dan dengan wajah bingung berkata pada Angie, bahwa ada seseorang bersama suaminya di tempat tidur.

Angie langsung naik ke kamarnya di lantai dua, dan dengan berhati-hati membuka pintu, ia mendapati Mick Jagger dan David Bowie tidur berdua dalam keadaan bugil. Keduanya bangun, dan Bowie langsung menyapa.

”Oh, hello. Apa kabarmu?” sapa Bowie terkejut.

“Aku baik. Kamu ingin kopi?” Jawab Angie.

Hubungan cinta Bowie dan Mick juga dikonfirmasi oleh penyanyi latar Bowie, Ava Cherry. “Meski aku bisa saja berada satu ranjang dengan keduanya, tapi aku sering melihat keduanya berhubungan seks,” ujar Cherry. Fakta ini juga diungkapkan dalam sebuah buku biografi kontroversial Mick: The Wild Life and Mad Genius of Jagger, penulis Christopher Andersen mengungkapkan bahwa rocker The Rolling Stone itu pernah memiliki hubungan cinta dengan rekan sesama musisi, David Bowie.

Menurut Andersen, lebih jauh kedua rocker itu saling tertarik dan menghadiri konser masing-masing, bahkan saling memberi hadiah. Tak lama setelah perkenalan pertama pada 1973, Mick mengunjungi Bowie di belakang panggung salah satu konsernya. Andersen mengatakan bahwa keduanya kerap terlihat mesra. “Saat itu adalah masa keemasan dan setiap orang ingin menjadi bagian dalam revolusi biseksual. Demikian pula dengan Mick. Ia mengenakan riasan mata biru dan sepatu platform,” ujar penyanyi Chuckie Starr pada Andersen.

Bicara karir musiknya, Bowie dicatat pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi antara lain Bing Crosby, Mick Jagger, Mott The Hoople, The Beatles, Tina Turner, Scarlett Johansson, Luther Vandros dan masih banyak artis lainnya. Pemain bass The Beatles, Paul McCartney, menyatakan bahwa Bowie merupakan bagian penting dari sejarah musik Inggris. Beberapa kali McCartney bekerja sama dengan Bowie, terutama ketika pelantun lagu ‘Rebel Rebel’ itu berkolaborasi dengan The Beatles saat menggarap proyek di tahun 1975.

Hingga kini, total David Bowie telah merilis 25 album musik. Beberapa yang paling populer adalah album Hunky Dory (1971), The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars (1972), Aladin Sane (1973) dan Heroes (1977). Dari total semua album yang telah ia rilis, David Bowie banyak menghasilkan single dan lagu rock hits yang sukses di seluruh dunia. Salah satu hits yang mencuatkan nama David Bowie yang kemudian dirilis ulang oleh Nirvana adalah The Man Who Sold The World. Tak salah jika nama David Bowie dicatat dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 1996, dan memperoleh penghargaan Pencapaian Seumur Hidup Grammy pada 2006.

Meskipun lebih dikenal untuk karya musiknya, Bowie juga menjalani karirnya di layar perak. Sebutlah antara lain film “The Man Who Fell To Earth,” “Basquiat,” “The Prestige” dan film klasik “Labyrinth”.

Tahun 2004 saat manggung pada sebuah festival di Jerman Bowie mengalami sakit dada, hingga terjatuh di belakang panggung. Awalnya Bowie mengira ada gangguan sarafnya pada bahunya, namun kemudian didiagnosa sebagai terjadi penyumbatan saluran arteri koroner dan Bowie diharuskan menjalani pembedahan jantung. Rumor memburuknya kesehatan Bowie terus berhembus, bahkan saat peluncuran single pertamanya setelah 10 tahun terakhir absen, “We Are We Now” pada Januari 2013. Momen yang membuat teman dekatnya, produser Tony Visconti, menampik kabar bahwa Bowie mengalami Alzheimer.

Bowie kemudian tetap menyibukkan diri bermusik dan membuahkan album terakhirnya “Blackstar” pada 8 Januari, yang sekaligus menandai album musiknya ke-25. Setelah itu, Bowie masih menelurkan karya musiknya, “Lazarus,” yang ditulis bersama dramawan Enda Walsh, dan memperkenalkan lagu-lagu baru Bowie, yang mendapat respon penilaian positif pada Desember lalu. Bahkan tercatat sebagai karya yang paling cepat laku terjual yang pernah ada di pertunjukkan Broadway, menurut New York Times.

Terlepas dari beragam kontroversi hidupnya, karya-karya David Bowie telah berkontribusi besar terhadap perkembangan sejarah musik dunia. Beberapa sumber kerap menyebutnya sebagai penulis lirik lagu bernuansa sains fiksi dan fantasi. Namun demikian satu quote Bowie nisbi mewakili suara perokok sedunia: I can ask for cigarettes in every language. Ya, sebuah quote yang jelas bisa dimaknai, bahwa lewat bahasa seseorang bisa meminta rokok sebab rokok adalah bagian dari bahasa itu sendiri.

Rest in Peace. Selamat berpulang David Bowie…

Sumber foto sampul: vectorportal.com

mm

Jibal Windiaz

Seniman kopi pahit dan kretekus sampai nanti.