Apa Kabar Jakarta Hari Ini?

“Hari ini, mungkin jalanan sudah tak seperti satu minggu lalu. Arus balik orang ke Jakarta sudah terjadi, dan bahkan mungkin bertambah jumlah orang yang ke Jakarta untuk mencoba mengadu nasib.”

Apa kabar Jakarta hari ini? Kemarin kabarnya masih sedikit lenggang, belum terlalu pada seperti hari-hari biasanya. Mungkin karena hari pertama orang beraktifitas, jadi masih menyisakan malas akibat dari liburan yang cukup lama. Masih belum bisa move on dari suasana berlibur dan berkumpul keluarga.

Selama cuti bersama perayaan Hari Raya Idulfitri kemarin, orang-orang Jakarta pergi ke kampung halamannya. Pemerintah memperkirakan jumlah orang yang keluar dari wilayah Jaakarta mencapai 6,5 juta orang. Angka yang sangat besar bila dikaitkan dengan jumlah penduduk di Jakarta yang mencapai 10 juta orang, maka “kehilangan” sejumlah 65% penduduknya, maka dipastikan Jakarta begitu lenggang.

Tak heran bila orang-orang yang masih tersisa di Jakarta begitu menikmati hari-hari di mana kemacetan menjadi barang langka di Jakarta, walau hanya untuk beberapa saat. Dalam berbagai celoteh di media sosial, setiap tahunnya pasti selalu ada cerita tentang kebahagiaan orang-orang melihat kota yang sepi.

Kenikmatan yang sangat sederhana, walau datangnya setahun sekali. Melihat jalan raya yang begitu sepi, mungkin di benak orang-orang ingin mencoba berguling-guling di tengah jalan, atau bermain bola. Bahkan ada pula yang menunggah perbandingan foto langit Jakarta sebelum dan saat Lebaran tiba. Benar-benar biru langit Jakarta saat itu, mungkin malam hari bintang-bintang juga menampakan diri.

Anda yang membaca cerita ini mungkin juga adalah satu dari sekian orang yang begitu menikmati Jakarta selama liburan, atau mungkin anda adalah orang yang pergi dari Jakarta selama libur hari raya.

Walau disadari itu hanya sementara, namun itu cukup bagi orang-orang untuk berkesempatan menikmati jalanan lenggang, dan jauh dari keriuahan. Hari ini, mungkin jalanan sudah tak seperti satu minggu lalu. Arus balik orang ke Jakarta sudah terjadi, dan bahkan mungkin bertambah jumlah orang yang ke Jakarta untuk mencoba mengadu nasib. Hal yang biasa terjadi setiap tahunnya pascalebaran. Orang-orang urban baru.

Diperkirakan jumlah pendatang baru di Jakarta akan meningkat dari tahun sebelumnya, walau pemerintah DKI Jakarta baru akan mengumumkan pendataan jumlah pendatang baru pada H+14 Lebaran. Mereka mencoba mengadu peruntungan di Kota Metropolitan, berharap kehidupan akan lebih baik dengan bekerja di Jakarta. Maklum saja 70% diperkirakan perputaran uang secara nasional ada di tanah ini. Upaya-upaya pemerintah untuk mendistribusikan ekonomi ke berbagai daerah juga masih baru dimulai dengan pembangunan infrastruktur.

Kembali lagi pada persoalan kelenggangan kota Jakarta dengan penambahan jumlah orang baru pascalebaran, dapat dipastikan bahwa hari-hari ke depan Jakarta akan semakin padat. Ilusi sementara tentang Jakarta yang lenggang dan bebas dari kemacetan akan segera punah, dan orang-orang akan kembali disadarkan tentang kebenaran dan keseharian yang pasti tentang Jakarta.

Seperti biasa, Jakarta akan kembali macet pada pagi dan sore hari di saat jam-jam orang memulai aktifitas dan mengakhirnya. Jalanan akan kembali penuh dengan kendaraan, asap-asap kenalpot, bising bunyi klakson, langit yang kotor, berdesak-desakan di angkutan umum, motor-motor yang menaiki trotoar, dan lain sebagainya. Kembali lagi pada kenyataan tentang Jakarta yang sebenarnya.

Hiruk-pikuk Jakarta bagi sebagian orang mungkin adalah kerinduan, terlalu lama dalam kesunyian juga akan menimbulkan kegelisahan dan pertanyaan kapan Jakarta akan kembali “normal” walau sebenarnya berkecenderungan berlebihan.

Jadi, selamat datang kembali ke Jakarta bagi anda yang baru menunaikan rindu di kampung halaman, dan selamat datang pula bagi anda yang baru hadir di Jakarta. Selamat datang pula Jakarta dengan segala macam keriuhannya.

mm

Alfa Gumilang

REDAKTUR

Mantan Sekjend Komunitas Kretek. Saat ini aktif di Komite Nasional Pelestarian Kretek dan juru kunci portal Kabar Buruh.